Semakin dekat hari pencontrengan pemilihan presiden (pilpres) 2009 semakin gencar pula ketiga pasang capres-cawapres dan tim kampanye masing-masing mempromosikan kandidat unggulan yang mereka usung dan dukung. Semua daya dan upaya dilakukan termasuk kampanye negatif bahkan kampanye hitam yang mengarah ke fitnah pun dilakoni. Moralitas dan etika dalam berkampanye tidak jarang dikesampingkan, semua demi kemenangan dan kursi kekuasaan, menjadikan kandidat mereka RI 1 dan RI 2.
Guru, dosen, tenaga pendidik dan kependidikan serta dunia pendidikan secara umum merupakan salah satu target lumbung suara yang dianggap sangat potensial bagi semua kandidat capres dan cawapres. Maka tidaklah mengherankan apabila permasalahan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi salah satu isu utama dalam kampanye, Dengan sikap yang pro terhadap nasib guru dan dunia pendidikan ini diharapkan pada akhirnya mampu menarik minat guru dan dunia pendidikan yang ujung-ujungnya diharapkan mencontreng kandikat bersangkutan pada pilpres 2009 nanti.
Tawaran capres dan cawapres manakah yang (akhirnya) berhasil memikat hati guru dan dunia pendidikan? Pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono nampaknya (di atas kertas dan di beberapa survei) lebih unggul dibandingkan kedua kandidat lainnya. Pasalnya, SBY sebagai incumbent diperkirakan akan memetik buah dari kebijakannya di bidang pendidikan.
Ada beberapa kebijakan populis bagi guru dan dunia pendidikan pada masa pemerintahan SBY-JK. Direalisasikannya anggaran minimal 20 persen APBN dan APBD untuk bidang pendidikan. Mulai dicairkannya tunjangan profesi guru. Keberhasilan-keberhasilan tersebut akhirnya menjadi jualan politik pasangan SBY-Boediono pada kampanye pilpres.
Menarik untuk diketahui kemanakah suara tenaga pendidik akan disalurkan pada pilpres nanti. Apakah suara mereka akan solid disalurkan ke pasangan SBY-Boediono, ataukah dibagi rata ke semua kandidat?
Secara umum ada kecendrungan bahwa orang Indonesia lebih suka ‘bermain aman’. Jika keadaan sekarang dirasakan sudah baik, maka kemungkinan besar pemilih akan mencontreng kandidat incumbent. Jika kecendrungan ini juga berlaku bagi tenaga pendidik, maka pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono akan sangat diuntungkan pada pilpres nantinya.
Guru dan tenaga pendidik lainnya yang merasakan ada perbaikan kesejahteraan selama masa kepemimpinan SBY kemungkinan besar tidak berani berjudi dengan memilih pasangan lainnya yang belum terbukti. Mereka kemungkinan besar akan bermain aman dengan memilih pasangan yang bakal menjamin masa depan mereka.
JK yang juga menjadi bagian dari pemerintah mencoba ikut mengklaim bahwa keberhasilan di bidang pendidikan juga tidak lepas dari peran dan andilnya. Namun demikian, JK yang sebenarnya juga adalah incumbent kelihatannya harus menelan kekecewaan. Walaupun ia juga ikut andil dalam keberhasilan pembangunan pemerintah bersama SBY termasuk bidang pendidikan, tetapi suara untuk JK bersama pasangannya Wiranto dari tenaga pendidik dan dunia pendidikan diperkirakan tidak akan signifikan.
Hal ini tidak lepas dari sistem pemerintahan presidensil yang negara kita anut. Kegagalan atau keberhasilan semuanya diambil oleh presiden. Wakil presiden adalah hanya pembantu yang tidak mendapat keuntungan apa-apa jika ada keberhasilan dan otomatis tidak terkena getahnya pula andaikan ada kegagalan. Fakta ini tentu harus diterima dengan besar hati oleh pasangan JK-Wiranto.
Lalu bagaimana dengan pasangan capres dan cawapres Mega-Prabowo, apakah berhasil menarik minat pemilih dari kalangan pendidik dan dunia pendidikan? Berbeda dengan pasangan JK-Wiranto yang terlihat tanggung dan serba salah dalam memposisikan diri, dikatakan calon incumbent bukan, oposisi juga bukan, maka duet Mega-Prabowo dapat dengan mudah menempatkan posisi mereka sebagai pasangan oposisi yang tentunya diharapkan membawa perubahan dengan menawarkan visi dan misi alternatif. Janji perubahan apa sajakah yang ditawarkan oleh pasangan Mega-Prabowo untuk dunia pendidikan.
Pada masa kampanye pasangan Mega-Prabowo juga mengincar suara dari dunia pendidikan. Isu yang digulirkan untuk menarik minat tenaga pendidik dan dunia pendidikan antara lain adalah penghapusan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) dan Ujian Nasional (UN).
Bahkan pasangan ini tergolong berani untuk menandatangani kontrak politik, Hal positif ini kita dukung agar calon yang terpilih nantinya dapat merealisasikan janji-janjinya. Menarik untuk ditunggu apakah kontrak politik yang ditawarkan pasangan ini mampu menarik minat pemilih,
Sebenarnya ide yang ditawarkan oleh pasangan Mega-Prabowo sangat menarik bagi dunia pendidikan. Kedua masalah tersebut, UU BHP dan UN, telah mengantarkan kita pada perdebatan yang panjang dan melelahkan karena ada yang pro dan banyak pula yang kontra. Sementara ini kedua hal tersebut masih dijalankan dengan dukungan penuh pemerintah. Bagi pihak yang kontra dengan program pendidikan yang dijalankan pemerintah sekarang tentu pasangan Mega-Prabowo adalah alternatif pilihan pada pilpres 2009 nanti.
Adanya tawaran yang berbeda dari kubu Mega-Prabowo tentu sedikit banyak akan mengancam suara dari guru dan dunia pendidikan untuk pasangan SBY-Boediono. Bagi yang kurang sreg dengan program pembangunan bidang pendidikan SBY tentu akan mempunyai pilihan lain. Walaupun ide perubahan yang dijanjikan pasangan Mega-Prabowo tersebut masih harus ditunggu realisasinya ketika mereka nantinya terpilih. Ini adalah pertempuran antara realita dan janji. Apakah guru dan dunia pendidikan berani mempertaruhkan nasib dunia pendidikan dengan memilih pasangan baru dengan sejuta janjinya ataukah melanjutkan pembangunan pendidikan yang ada saat ini dengan segala kekurangannya dengan cara mencontreng calon incumbent?
assalamu alaikum wr. wb.
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
secara sempurna dan menyeluruh.
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.
Sandy Guswan: Kemana Suara Guru dan Dunia Pendidikan Pada Pilpres 2009…
Lalu bagaimana dengan pasangan capres dan cawapres Mega-Prabowo, apakah berhasil menarik minat pemilih dari kalangan pendidik dan dunia pendidikan? Berbeda dengan pasangan JK-Wiranto yang terlihat tanggung dan serba salah dalam memposisikan diri, dika…
Hmm. Is it true?
Teman netter join, populer artikel dan cari sebanyak-banyaknya teman di http://www.infogue.com
http://pemilu-2009.infogue.com/kemana_suara_guru_dan_dunia_pendidikan_pada_pilpres_2009
Allahuakbar!!!