Sudah berakhir penantian para siswa SMA dan SMP sederajat akan hasil Ujian Nasional (UN) 2008. Ada yang bahagia karena berhasil lulus dan ada sekelompok kecil yang bersedih karena tidak berhasil lulus. Yang lulus belum berarti mereka lebih pintar daripada yang tidak lulus dan begitu pula sebaliknya yang tidak lulus tidak mengindikasikan bahwa mereka lebih bodoh.
Ujian yang mengandalkan sistem pilihan ganda sangat memungkinkan segala sesuatunya terjadi. Ada unsur spekulasi dan untung-untungan di dalam menjawab soal-soal ujian. Kreatifitas para siswa tidak muncul. Kecurangan juga sangat dimungkinkan terjadi karena jawaban-jawaban hanya disimbolkan dengan alfabet seperti “A”, “B”, “C”, “D’ dan “E”. Dengan bantuan teknologi jawaban-jawaban dapat ditransferkan oleh seseorang dengan cepat kepada para siswa yang sedang mengikuti ujian. Sebagai bukutinya kita membaca di surat kabar dan menonton di televisi bahwa ada siswa yang menangis tidak lulus karena mencontek kunci jawaban yang salah. Suatu ironi menangisi ’kebodohan’ mental.
Memang tidak selalu hal-hal negatif yang mewarnai Ujian Nasional. Pemerintah sendiri mengklaim bahwa dengan sistem UN seperti saat ini para siswa menjadi lebih rajin belajar. Pada satu sisi pernyataan pemerintah ini benar. Sebagian dari siswa menjadi lebih rajin dalam belajar atau mungkin ‘belajar’? Mengapa ‘belajar’? Ini diakibatkan belajar dipersempit maknanya hanya dengan membahas soal-soal. Padahal belajar lebih dari itu. Belajar merupakan proses panjang yang diakhiri dengan evaluasi dan bukan hanya mempelajari soal-soal ujian.
Satu hal lagi yang yang dilupakan oleh pemerintah adalah bahwa tidak SEMUA siswa menjadi lebih rajin dalam mempersiapkan menghadapi Ujian Nasional (UN). Pemerintah mungkin lupa akan adanya kecerdasan majemuk dan sifat para siswa yang memang sangat beragam. Coba saja tanyakan pada para psikolog, setiap siswa memerlukan perlakuan yang berbeda termasuk dalam hal cara belajar. Ada siswa yang ’diancam’ akan lebih giat dan rajin belajar, tetapi tidak semua menjadi lebih rajin hanya dengan ancaman. Ada yang perlu penyadaran agar lebih rajin. Singkat kata tidak mungkin membuat siswa siswi kita yang jumlahnya ribuan tersebut dengan satu sistem dan metode saja walaupun metode tersebut nampaknya berhasil. Oleh karena itu pemerintah untuk lebih instrospeksi diri dan melihat dampak negatifnya yang sudah banyak terbukti dan bukan hanya mempertahankan argumen manfaatnya saja.
byk negatifnya karena siswa hanya berorientasi pada hasil bukan proses. anak yg kurang pandai selama 3thn belajar bisa lulus dgn modal untung2an. toh UAn bentuknya pilihan bukan essay yang menuntut pemahaman yg benar2 dalam menjawab soal. selain itu juga berdampak negatif bagi guru yang bela2in membantu siswa mengerjakan ujian, demi nama baik siswa, guru n sekolah. Astagfirullah..itu kan malah membodohi generasi muda!
crewet koe!
crewet koe?
UN hanya bisa dijadikan pemetaan hasil belajar, bukan usaha/peningkatan hasil belajar
Menurut saya,ada kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah
Yaitu… TIDAK BIJAK, KALAU ALAT UKUR KELULUSAN SISWA DI SELURUH INDONESIA DI-SA-MA-KAN
Jelas beda dong,
-siswa yang ada di perkotaan dengan pedesaan
-sekolah yang segala fasilitas tersedia dengan sekolah yang apa adanya
-dan berbagai macam situasi & kondisi yang jelas berbeda satu dengan yang lain
Harus ada perubahan!!!
Salam untuk semua
http://www.g-website.com/?id=sugi
BETE UAN!!!
apalagi kalluu ampe “GAG LULUS!!”
argh!!
mati aja deu!!
ya BENER…!!!!
mang UN adalah event yang pualing di BENCI oleh siswa di seluruh Indonesia..!!!!
SANGAT MENJEBALKAN…!!!(Pake ‘J’)
MENJEBALKAN….
KAcian KAn YAng g LU2s…
ManG PEMerIntah Mo TangGung JAwAb????
I’m completely disagree through UN!!!!
bagaimana bisa hasil belajar selama tiga tahun hanya ditentukan dengan waktu yang cukup singkat, tiga hari!?!?!!! ouch…ouch…ouch!
rasanya pemerintah harus lebih sering berevaluasi dari banyak kasus setelah UN. lihat saja berapa banyak korban UN yang berjatuhan karena merasa frustasi atas kegagalan padahal mereka adalah aset negara, Human Resouces!!! generasi penerus bangsa. siapa lagi kalau bukan mereka yang akan melanjutkan estafeta perjuangan para pejuang!!?!
assalamualaikum
artikel bagus bgt i cm ks dkt kmntr blh kn…..coz!!
UN yang selama ini kita gunakan untuk menguji kemampuan siswa, terjadi mengakibatkan lebih banyak dampak buruk bagi siswa itu sendiri. Bagaimana mungkin susah payah selama 3 tahun harus dibayar dengan kerja keras selama beberapa hari saja. Sungguh tidak masuk akal!!!!!!.
Seharusnya Ujian yang baik adalah ujian harian dari siswa itu sendiri. dan dijumlahkan dari keseluruhan ujian mulai dari semester awal hingga semester akhir…Oceee……..!!!!. lebih baik kan…
mac sich…..
UN harus tetap jalan… ok coy… hahaha
sombong amat coyy
sebagai anak kelas X.saya juga pernah UN dan saya juga tahu kecurangan apa yang terjadi.yang saya sayangkan dari UN adalah jiwa kami tersiksa karena hasil belajar selama 3 tahun percuma dan hanya mengandalkan “bocoran” saja.
walaupun ada rasa senang karena nilai di ijazah besar tapi rasa tu tetap ada
terima kasih atas artikel anda ini,kebetulan ini salah 1 motion dalam debat bahasa di skul kami.
betul..
betul..
betul..
harus ada alternatif yang baik,
apa kesimpulan dari manfaat UN?
We should abolish it coz it can be burden 4 students.And change it be daily exam.
UN gak baik!!!!!!!!!!!!!!!
UN na emank bgs diadakan but
tlg y dediknas tlg ye dibedain perdesaan ma kota……
alna sarana prasarana perdesaan ma kota tu beda bgt.
emank kt mau tes hsl un akhir tp apakah gara2 yg 3 hr tu kt korbankan ??????
bagus sih un tu senarnya<tapi apa pemerintah bertangung jawab kepada sekolah yg tidak banyak lulus ????
ini bukannya sekolah itu dibantu eee malah kepala sekolahnya yg dipecat……
kenapa g" jd kebocoran kunci jawaban pak presidennnnnn?????
Mengenai UN emang banyak sekali kontroversinya, namun saya sependapat dan menyetujui adanya UN, namun komposisi untuk kelulusan memang harus dikaji ulang. Mengingat tujuan UN secara langsung adalah membuat standar kelulusan Sekolah Menengah Tingkat Atas, karena tanpa adanya standar kelulusan maka tidak jelasnya sistem pendidikan nasional kita. selain itu perlu adanya perbaikan-perbaikan untuk meningkat mutu pendidikan melalui sarana dan prasana pendidikan.
Proses belajar mengajar perlu juga ditingkatkan, bila orang memprotes karena yang dinilai proses, namun tetap hasil diperlukan. Makanya setiap ada lowongan baik untuk tingkat apapun, toh hasilnya yang ingin dilihat.
Bila ada kebocoran soal atau guru memberi tahu jawaban dan lain sebagainya, perlu dilakukan tindakan khusus untuk ini, bila perlu dipecat aja oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, walau dia PNS. jangan sampai karena PNS sulit dipecat…
terima kasih..
[...] Ujian Nasional (UN): Antara Manfaat & Dampak Negatifnya June 2008 16 comments 3 [...]
assalamualaikum wr.wb
saya pljar klas XII, tentang adanya UNAS yang diadakan oleh pemerintah, saya TIDAK SETUJU. . . . . .
selain menggangu psikolog siswa itu sendiri, unas menurut saya sangat memboroskan anggaran, bayangkan setelah selesai dilaksanakannya unas, ribuan kertas terbuang sia-sia, dan akomodasi lainnya, tetapi kalau bisa dimanfaatkan “si ngk pha pha”, tetapi bayangkan anggaran untuk unas tahun 2010 saja mencapai 500 milliar lebih, uang segitu hanya dibuat bgituan, “prazaku maz, gk pnting bgt y”, dengan dana yang begitu besarnya apakah yang kita dapat, dari hasil unas yang dilaksanakannya oleh pemerintah ???????????????????????
sebaiknya anggaran yang di gelontorkan pemerintah untuk unas, lebih baik diprioritaskan untuk peningkatan kualitas sarana dan prasana, demi membuat bibit unggul dan SDM yang tinggi, sehingga bibit unggul kita dapat bersaing dengan bibit bibit negara lain, jauh dengan unas yang hanya bisa membunuh bibit bibit indonesia, yang sebenarnya bibit bibit indonesia mempunyai cita cita, yang kemudian cita cita itu hancur, hanya karena takut mengetahui hasil unas TIDAK LULUS maupun sudah mengetahui hasil, ttapi TIDAK LULUS. dan akhirnya banyak bibit bibit indonesia yang frustasi sampaipun bunuh diri.
dan definisinya adalah unas selain dapat membuat psikis seorang pelajar terganggu juga sangat memboroskan anggarn yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan pendidikan yang lain. apakah dengan argumen argumen di atas , masih dilaksanakannya unas sebagai standart kelulusan di indonesia. . . . ?????????
kalau gitu ngapain sekolah kenapa nggaklangsung masuk perguruan tinggi aja kan disana juga bisa belajar!!
bisa belajar nulis baca ama gurunya.
nggak usah sekolah aja sekalian lagian kan kalau ada uan kan pasti sekolah-sekolah juga sudah menyediakan waktu yang cukup untuk muridnnya belajar….
n pemerintah juga bisa ngeratain kok soalnyaa, nggak gampang2 amat nggak susah2 amat kok
jadi kalau ada niat pasti ada jalan dong….
jangan adain UN duchhh…….. so pusingg
Ujian Nasional
tpat’a pd tgl 18 april 2011 UN akn di adakan kembali, sya siswa MA klas XII yg jauh brada di dsa
saya sangt TIDAK SETUJU dgn ada’a UN…mngpa?
krn UN seakan menghantui para siswa,selain itu UN juga memberikan banyak dampak negatif slh satu’a harus brkonsentrasi dgn mta plajaran yg di UN khan dan mengabaikan plajaran” sekolah,, jd pd pemerintah harap meninjau ulng sistem UN yg hanya membuat siswa/i klabakan yg telah b’susah payah mnnuntut ilmu selama 3 thun ttp haya d tntukn dlm 4 hr sja.
klw kita masih menggunakan metode evaluasi menggunakan ujian nasional maka sperti pendapat2 sebelumX.
oleh sebab itu bagaimna klw saya memberikan sedikit saran.
dengan menggunakan metode pendidikan otonomi, dmn sekolah mengembangkan kurikulumX sendiri.
dan jangan lupa pendidikan dibagi menjadi 3, pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
klw semua dikembangkan dengan baik dan benar maka tujuan pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terlaksana.
tp harus diadministrasikan dengan baik. kita butuh tenaga untuk melaksanakan admiinistrasi pendidikan.
semoga pendidikan masa depan bisa jauh lebih baik.
sebenarnya ada/tidak adanya UN itu tak terlalu berpengaruh, walupun standar kelulusan itu harus tinggi, mari kita tinjau mengapa hal tersebut bisa terjadi, menurut saya, ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk pendidikan yang sebenarnya hanya menimbun permasalahan di otak anak :
1. pembebanan materi belajar
kenapa harus lebih dari 13 pelajaran yang harus kita tuntaskan di rapot, kenapa pemerintah tidk mengambil sikap dengan cara mengikuti sistem belajar dari negara lain, yang memberi kebebasan muidnya untuk memilih mata pelajaran yang mereka suka, jadi mereka merasa tidak terbebani dengan pelajaran tersebut.
2. waktu belajar
murid merasa rumah hanya menjadi tempat mandi, makan dan tidur saja, seharian mereka hidp di kelas, dan bertemu dengan mapel yang berjibun itu. apakah tidak sebaiknya pemerintah menuyrunkan waktu belajar ?
sebenrnya ada jg manfaatnya.. hanya saja mudaratnya masih lbh besar
ada rasa ketidak adilan dlm UAN. mau jujur ya dirasani, dikucilkan, trus…jdx halal contekan ala tutorial.. kebenaran terdzolimi. ayo,, praktisi pendidikan.. slusinya apa lgi ni..???
Sebaiknya UN dihapuskan dari bumi Indonesia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. UN hanyak dijadikan megaproyek oleh pejabat-pejabat depdiknas sebaliknya hanya membawa kesengsaraan bagi para guru dan siswa.
[...] http://guswan76.wordpress.com/2008/06/30/ujian-nasional-un-antara-manfaat-dampak-negatifnya/ [...]
UN memang tidak bisa ditinggalkan karena sebagai tolak ukur standarisasi pendidikan pada suatu negara. lalu jika UN ditidak adakan apa tujuan anda bersekolah ??? kalau mengenai ancaman untuk para siswa sehingga tak jarang siswa stres hingga bunuh diri gampang saja kok kuncinya ialah lengkapi mental ANAK dengan agama,ajari apa itu pengertian “IKLAS” karena TUHAN maha adil dan maha tau. jika permasalahannya adalah MALU mengikuti remedial (susulan) akan mendapatkan ijazah paket C dan tidak diterima oleh perguruan tinggi, kata siapa??? makanya buat siapapun tidak usah FANATIK harus masuk ke perguruan tinggi negri, masih byk perguruan tinggi swasta kok, mereka tdk mungkin memberatkah hal itu istilah sombongnya “asal ada uang semuanya mudah” dan bagi yang tdk melanjutkan ketingkat perguruan tinggi, tunjukan ke-kreatifitasan kalian untuk bertekad menjadi wirausaha, krn sangat baik kita menjadi pengusaha daripada berduyun-duyun bekerja di kantoran.
Nah 1 hal yang mesti di klarifikasi dan benahi untuk pemerintah sendiri ialah untuk mengurangi tingkat kecurangan berikan cara menyelesaikan jawaban dengan ESSAY bukan pilihan ganda ABCDE
serta jgn hanya saja fokus di pusat pemerintahan (jakarta) negara ini kaya akan banyak pulau yang msh butuh keadilan butuhnya sarana dan prasarana pendidikan yg lazim.
kalau menurut saya UN harus tetap dijalani karna itu merupakan cara kita mengetahui kemampuan pelajar indonesia. kalau kita tidak melaksanakan UN kapan kita akn tahu kemampuan pelajar indonesia selama 3 tahun. pervuma donk merekasekolah. sedangkan alat yang kita butuhkan untuk masuk perguruan tinggi adalah ijazah. bagaimana cara kita akan masuk perguruan tinggi kalau ijazah saja tidak punya. makanya laksanakan UN dulu supaya kita raih ijazah dan bisa masuk perguruan tinggi dechhhhhhh……
ea aq setuju tapi setidakx jangn 20 paket kan kasihan jg… mang gak da jalan lain tah buat ngtes keju2ran tu…? rsx lw 20 paket buat tertekan kyak mw gila…………..